Efesus 2:19-21 19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, 20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. 21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.
Efesus 2:19–21 menyingkapkan kebenaran penting
tentang identitas dan panggilan hidup orang percaya. Keselamatan di dalam
Kristus tidak hanya memulihkan hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga
mengubah status, relasi, dan arah hidup umat-Nya. Melalui Kristus, kita tidak
lagi hidup dalam keterasingan, melainkan masuk ke dalam satu keluarga rohani
yang dibangun oleh Allah sendiri.
Pertama, kita
memiliki status yang baru di dalam Tuhan (Ef. 2:19). Rasul Paulus
menegaskan bahwa orang percaya “bukan lagi orang asing dan pendatang,”
melainkan “kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga
Allah.” Ini menunjukkan perubahan status yang mendasar: dari mereka yang tidak
memiliki hak rohani menjadi anak-anak Allah yang sah. Sebagai keluarga Allah,
kita menerima hak istimewa sebagai anak—kasih, anugerah, dan warisan
rohani—sekaligus panggilan untuk hidup dalam ketaatan. Kebenaran ini diteguhkan
dalam Galatia 4:4–7 dan Yohanes 1:12, bahwa melalui Kristus kita diangkat
menjadi anak-anak Allah.
Kedua, keluarga
Allah dibangun di atas dasar yang kokoh, yaitu Kristus (Ef. 2:20).
Paulus menggambarkan kehidupan orang percaya sebagai bangunan rohani yang
berdiri di atas dasar para rasul dan nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu
penjuru (akrogōniaios). Batu penjuru
menentukan arah, keselarasan, dan kekuatan seluruh bangunan. Tanpa Kristus
sebagai pusat, iman dan perbuatan iman akan kehilangan keseimbangan dan arah
yang benar. Oleh karena itu, Kristus bukan hanya dasar iman, tetapi juga
penentu seluruh kehidupan gereja dan setiap anggotanya (bdk. Mat. 16:18).
Ketiga, tujuan
menjadi keluarga Allah adalah bertumbuh menjadi bait Allah yang kudus
(Ef. 2:21). Di dalam Kristus, seluruh bangunan “tumbuh, rapih tersusun, menjadi
bait Allah yang kudus.” Ini menunjukkan bahwa kehidupan orang percaya adalah
proses pertumbuhan yang berkesinambungan menuju kekudusan. Kita dipanggil untuk
menjadi “batu-batu hidup” yang dipakai Allah membangun rumah rohani-Nya (1 Ptr.
2:5), tempat kehadiran dan kemuliaan Allah dinyatakan.
Dengan
demikian, Efesus 2:19–21 menegaskan bahwa kita adalah keluarga Allah: memiliki
identitas baru sebagai anak-anak-Nya, dibangun di atas Kristus sebagai batu
penjuru, dan diarahkan untuk bertumbuh bersama menjadi bait Allah yang kudus.
Inilah panggilan mulia setiap orang percaya di dalam Kristus. (Disarikan dari Khotbah Minggu 1 Feb 2026 - Sesi 1 dan 2 - Pdt. Arjuna M.Th)
.png)
0 Comments