You Are The Man of God
Diistimewakan untuk Hidup yang Istimewa
Alkitab mengajarkan bahwa umat Tuhan adalah umat yang istimewa. Dalam Ulangan 7:6–7, Tuhan berkata bahwa Israel dipilih bukan karena jumlah atau kehebatan mereka, tetapi karena kasih dan kehendak-Nya sendiri. Artinya, keistimewaan kita bukan karena kemampuan, jabatan, atau latar belakang kita, melainkan semata-mata karena kasih Tuhan.
Kita menjadi istimewa karena Tuhan yang memilih dan mengasihi kita. Tidak ada dasar lain selain kasih-Nya. Inilah identitas kita sebagai umat kepunyaan Allah.
Namun, keistimewaan itu harus dijaga. Ulangan 7:4–5 mengingatkan agar umat Tuhan tidak menyimpang kepada berhala. Dalam kehidupan sekarang, “berhala” bisa berarti apa saja yang lebih kita utamakan daripada Tuhan—uang, popularitas, kesenangan, atau ambisi pribadi. Karena itu, kita perlu mempertahankan hidup yang benar di hadapan Tuhan, tetap setia, dan tidak menyimpang dari jalan-Nya.
Diistimewakan untuk Menyatakan Hal-Hal yang Istimewa
Keistimewaan kita juga memiliki tujuan. Dalam 1 Petrus 2:9 tertulis bahwa kita adalah umat kepunyaan Allah sendiri supaya kita memberitakan perbuatan-perbuatan besar-Nya. Jadi, hidup kita bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk menyatakan kebaikan dan kemuliaan Tuhan.
Yesaya 43:21 juga menegaskan bahwa umat yang dibentuk Tuhan akan memberitakan kemasyhuran-Nya. Orang yang istimewa akan menyatakan hal-hal yang istimewa dari Tuhan melalui perkataan, sikap, dan perbuatannya.
Karena itu, sebagai “man of God” atau orang milik Tuhan, jangan sibuk dengan hal-hal kecil dan tidak penting. Jangan habiskan energi untuk perkara yang tidak membangun iman. Sebaliknya, arahkan pikiran dan hidup kita pada karya Tuhan. Ketika kita fokus pada kehendak dan rencana-Nya, hidup kita akan semakin berarti dan berdampak. Ingatlah: Saudara adalah orang yang istimewa di mata Tuhan. Hiduplah sesuai dengan identitas itu, dan nyatakan kemuliaan-Nya dalam setiap aspek kehidupan.
Disarikan dari Khotbah Minggu 15 Februari 2026 (Pdt. Arjuna LB)
.png)
0 Comments