Apakah Iman Kristen Itu?
Iman Kristen pada dasarnya berkaitan dengan pemahaman yang benar tentang Allah dan karya-Nya. Dalam tradisi gereja, pemahaman ini sering disebut dengan berbagai istilah yang memiliki makna sepadan, seperti teologi, doktrin atau dogma (ajaran), pengajaran Alkitab, dan iman Kristen itu sendiri. Semua istilah ini menunjuk pada upaya umat percaya untuk mengenal Allah sebagaimana Ia menyatakan diri-Nya.
Secara etimologis, istilah teologi berasal dari dua kata Yunani: Θεός (Theos) yang berarti Allah dan Λόγος (Logos) yang berarti firman, perkataan, atau studi. Dengan demikian, teologi dapat dipahami sebagai studi tentang Allah dan karya-Nya yang bersumber dari penyataan Allah sendiri, bukan semata-mata hasil pemikiran manusia.
Inti Pertama: Pengetahuan tentang Pribadi Allah
Iman Kristen berakar pada pengenalan akan Pribadi Allah. Alkitab menggunakan kata γινώσκω (ginōskō) dalam bahasa Yunani dan יָדַע (yada‘) dalam bahasa Ibrani untuk menggambarkan pengenalan yang bersifat pribadi, relasional, dan bertumbuh, bukan sekadar pengetahuan intelektual.
Yesus berkata, “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan Yesus Kristus yang telah Engkau utus” (Yoh. 17:3). Demikian pula, Allah menegaskan bahwa Ia menghendaki pengenalan akan Allah lebih daripada ritual keagamaan (Hos. 6:6).
Inti Kedua: Pengetahuan tentang Karya Allah
Selain mengenal Pribadi-Nya, iman Kristen juga mencakup pengetahuan tentang karya Allah. Karya-Nya dinyatakan melalui ciptaan, pemeliharaan, penebusan, dan sejarah keselamatan sebagaimana dicatat dalam Alkitab. Pemazmur bersaksi, “Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, semuanya Kau buat dengan kebijaksanaan” (Mzm. 104:24). Iman Kristen melihat dunia dan sejarah sebagai panggung karya Allah yang aktif dan berdaulat.
Inti Ketiga: Sumbernya adalah Allah Sendiri
Yang membedakan iman Kristen dari filsafat atau spekulasi religius adalah sumbernya. Iman Kristen tidak lahir dari hikmat dunia, melainkan dari penyataan Allah oleh Roh Kudus. Karena itu, pengajaran dan diskusi teologis perlu digiatkan dalam jemaat (Kis. 17:2–3), namun selalu bergantung pada karya Roh. Rasul Paulus menegaskan bahwa hanya Roh Allah yang menyelidiki dan menyatakan hal-hal tentang Allah kepada umat-Nya (1Kor. 2:11–12).
Penutup
Dengan demikian, iman Kristen adalah pengenalan yang benar dan hidup tentang Allah, yang mencakup Pribadi-Nya, karya-Nya, dan penyataan-Nya. Iman ini bukan sekadar pengetahuan, tetapi relasi yang mengubahkan, yang menuntun orang percaya untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah yang dinyatakan dalam firman-Nya.
Seri Khotbah Pendalaman Alkitab "Dasar-Dasar Iman Kristen" di Gereja Pantekosta Tabernakel Kristus Penolong, Surabaya.
.png)
0 Comments